Investigasi
Bagaimana jika gambaran manusia tentang alam semesta ternyata keliru? Penemuan Galileo dan Kepler memperlihatkan bagaimana bukti ilmiah menantang keyakinan lama. Sebuah refleksi atas Bab 1 A Brief History of Time karya Stephen Hawking.
Engly Heryanto Ndaomanu, S.Si., M.T. · 19 Oktober 2026
Esai Panjang
Bagaimana Einstein mengubah teori gravitasi Newton? Telusuri konsep gravitasi, kelengkungan ruang-waktu, dan revolusi pemahaman manusia tentang alam semesta.
Engly Heryanto Ndaomanu, S.Si., M.T. · 13 Oktober 2026
Opini & Perspektif
Jerebu bukan virus, tetapi paparan kabut asap dan PM2.5 dapat mengiritasi saluran pernapasan dan membuatnya lebih rentan terhadap infeksi. Memahami ISPA, selesma, influenza, bronkitis, dan pneumonia menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan ketika udara tidak lagi sekadar udara.
dr. Cindy Rachel Christine.S, S. Ked · 4 Oktober 2026
Esai Panjang
Bahasa merupakan unsur penting dalam kehidupan masyarakat karena tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana untuk menyimpan, menyampaikan, dan mewariskan nilai-nilai budaya. Melalui bahasa, suatu komunitas mempertahankan identitas, pandangan hidup, norma, pengalaman historis, serta kebijaksanaan kolektif dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Amon Bernabas Tenis, S.Pd.,M.A · 28 September 2026
Investigasi
Bagaimana manusia pernah menempatkan Bumi sebagai pusat alam semesta?
Melalui Aristoteles dan Ptolemy, tulisan ini menelusuri sejarah model geosentris, hubungan antara observasi dan teori, serta bagaimana asumsi dapat membentuk pemahaman manusia tentang kosmos sebelum Copernicus, Galileo, dan Kepler mengubahnya.
Engly Heryanto Ndaomanu, S.Si., M.T. · 27 September 2026
Opini & Perspektif
Mengapa manusia terus bertanya tentang alam semesta? Berangkat dari A Brief History of Time karya Stephen Hawking, bab ini menelusuri keheranan sebagai awal pengetahuan, lalu bergerak menuju observasi, teori, dan keraguan.
Engly Heryanto Ndaomanu, S.Si., M.T. · 26 September 2026